Merti Desa Mbah Bregas

Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, kembali menggelar tradisi tahunan Upacara Adat Merti Desa Mbah Bregas pada tanggal 6 hingga 8 Mei 2026. Tradisi adiluhung yang telah berjalan turun-temurun sejak tahun 1928 ini diselenggarakan pada hari Jumat Kliwon bulan Mei. Kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas melimpahnya hasil pertanian, sekaligus sebagai doa permohonan agar musim tanam berikutnya membawa keberhasilan, keselamatan, dan menjauhkan warga dari marabahaya. Selain sebagai ungkapan syukur, upacara adat ini juga bertujuan mengenang dan meneladani sosok Mbah Bregas dalam memberikan pendidikan perilaku, adat, dan agama kepada masyarakat.

Rangkaian acara Merti Desa tahun ini berlangsung meriah dengan melibatkan sekitar 800 pelaku kegiatan, 1.000 penonton dari masyarakat sekitar, serta partisipasi aktif dari 50 pelaku UMKM lokal. Agenda dimulai pada hari Rabu dengan kegiatan kerja bakti yang dilanjutkan dengan Pengajian Akbar bersama Gus Syarif Hidayatullah yang dihadiri ribuan jemaah serta dimeriahkan kesenian hadroh. Memasuki hari kedua, warga melaksanakan prosesi Tarub Wayang, Pengambilan Air Suci di Sendang Planangan, Ziarah Kubur, hingga malam Tirakatan yang diiringi oleh alunan musik karawitan.



Puncak acara yang jatuh pada hari Jumat Kliwon diawali dengan Kenduri Agung yang dihadiri oleh ratusan pengurus RT/RW serta pamong kalurahan, diikuti dengan tradisi Gembrul. Suasana semakin semarak setelah salat Jumat dengan digelarnya Pagelaran Wayang Kulit siang hari, pertunjukan tari tradisional dari Sanggar Arum Ndalu, serta arak-arakan Kirab Budaya Bregada Bregas yang membawa gunungan menuju halaman Balai Ringin. Melalui penyelenggaraan Merti Desa Mbah Bregas ini, Pemerintah Kalurahan Margoagung berharap dapat terus menumbuhkan sikap cinta budaya pada generasi muda sekaligus mempererat tali kekeluargaan dan gotong royong antarwarga desa.